Tuesday, December 16, 2008

IKHLAS

Ikhlas memang sepertinya biasa, tidak terlalu luar biasa. Hanya kalau kita mau lebih sabar menerima secara Ikhlas keikhlasan itu, alangkah luarbiasanya yang akan kita dapatkan. Bermain main dengan keikhlasan memang mengasyikkan, secara sadar harus diakui kadang sisi kemanusiaan kita memang tidak menempatkan kita pada Ikhlas. Pasti ! Di suatu saat kita sering meronta pada keadaan yang ada, demikianlah
kodratnya. Manusia diharuskan memiliki perlawanan , maka dari itu jangan tempatkan ke-ikhlasan di depan sebuah perlawanan, sampaikanlah rasa ikhlas secara biasa biasa saja dan ala kadarnya, hingga pada saatnya kita mengakui, okelah ini saatnya kita ber - Ikhlas diri. Sekitar 2 th lalu. Selepas di PHK dari tempatku bekerja. Aku dengan jumawa mengabarkan pada setiap kawan2ku yang aku kenal, aku di PHK. aku jadi jutawan ! Apa yang terjadi, kawanku mendatangiku meminjam uang. Sekarang, setelah 2 tahun berlalu, hutang2ku belum pada dibayar... kalau mau jujur. aku harus berontak meminta pengembalian hutang hutang mereka ini. apa jadinya setiap kali ditagih, jawabnya selalu berceritera kesedihan dan kesulitan mereka sendiri, lho lalu kesulitan dan kesedihanku menanti pembayan hutang mereka apa di diperhitungkan ya ? Jadi ikhlaslah , wong yang ngutangi aku kok yang mpot mpotan aku juga ? Dalam doaku selalu berharap, semoga kawanku ini sadar. Bahwa kebingungan yang dia timbulkan terhadapku adalah masalah yang setiap hari akan menghantui hari harinya sendiri.... 1 tahun yang lalu. Aku kehilangan salah satu agen penjualanku yang pualing aku percayai. dia memotong jalur distribusiku. aku kehilangan salah satu penghasilanku. istriku marah, aku lebih marah... setelah reda , kami mencoba ikhlas bahwa, salah kami juga terlalu mempercayai dia. akhirnya belum genap 1 minggu ada order yang sama percis dengan order yang biasa aku terima dari agenku yang minggat itu ! wah.. cepat juga jawaban Allah pada ke-ikhlasan yang kita sadari. Lalu , buat apa aku dan istriku marah terus terhadap dia ? Toh begitulah cara dia hidup... menimbulkan kepercayaan.. dipercaya... menciderai kepercayaan,ditipu sana ditipu sisi, menipu sana menipu sini. Lupakan saja dia yang akan berjalan montang-manting menikmati karmanya yang dia bangun sendiri. Akhir akhir ini ... akhir2 ini... wah susah diceritakan. Aku mencoba Ikhlas saja... Alhamdullillah. tiba tiba datang rejeki. so, total target bulan ini tinggal sudah tinggal 2 - 3 orang saja terlewati... Insya Allah, nanti akhir tahun bisa liburan... menikmati keikhlasan tahun 2008 ! Do'a in ya... Ps. ini foto anakku si Ziz...kami sekeluarga mencoba sekuat tenaga berIkhlas diri mencintai Ziz..adalah bingung juga menyelami kesulitan dia untuk bisa berkomunikasi dengan kita, sayang secara manusiawi sering malah kita yang kebingungan sendiri bagaimana caranya mencoba berkomunikasi dengan dia. Ya..ALLAH..Swt. Tolong beri kami kekuatan yang lebih agar bisa seikhlas dia....

No comments:

Post a Comment

Followers